Prof. Ir. J. W. Mosse, M.Sc., Ph.D

Prof. Ir. J. W. Mosse, M.Sc., Ph.D dalam buku: Sintesis Pemikiran Ilmiah Untuk Pembangunan Wilayah Kepulauan di Indonesia – Kumpulan Pidato Guru Besar Unpatti – Edisi I
Ikan Kerapu (Garopa, Ambon): Memahami Dinamika Populasi Untuk Menunjang Perikanan Ikan Karang Yang Sehat Ikan Kerapu, yang bagi orang Maluku dikenal dengan nama ikan garopa, termasuk dalam keluarga (family) Serranidae. Hingga saat ini masih terus menjadi favorit dan komoditi perikanan domestik maupun internasional yang sangat mahal. Kehidupan ikan ini dan semua ikan karang lainnya sangat tergantung pada perairan yang memiliki terumbu karang. Artinya apabila terumbu karang rusak maka sudah dapat dipastikan bahwa ikan ini juga akan mengalami penurunan populasi yang drastis dan bahkan hilang sama sekali dari perairan tersebut. Ini adalah gangguan sekunder yang cukup berbahaya namun sering kira tidak perduli. Selain kerusakan terhadap populasi ikan-ikan karang termasuk ikan kerapu sebagai akibat dari penangkapan yang tidak berbasis ilmu pengetahuan (science) juga berkontribusi sangat tinggi. berkaitan dengan hal tersebut maka dalam rangka memperingati Tahun Emas (50 Tahun) Unpatti, tulisan ini hadir dan kiranya dapat memberi gambaran pengetahuan dimaksud bagi pembaca sehingga lebih memahami dinamika ikan ini dan segera merubah kebiasaan pemanfaatan (penangkapan) yang terus keliru dan tidak ramah terhadap sumber daya.


Prof. Ir. J. W. Mosse, M.Sc., Ph.D dalam buku: Berlayar Dalam Ombak, Berkarya Bagi Negeri: Pemikiran Anak Negeri Untuk Maluku
Peluang Peningkatan Kerjasama Internasional dan Pembangunan Perikanan Maluku. … perairan Maluku yang menjadi lokasi pemijahan beberapa jenis ikan tuna dunia dapat menjadi salah satu alasan dibukanya suatu inisiatif kerjasama Internasional …


Implementasi EFBM Pada Perikanan Ikan Karang di Maluku: Menunjang Ekonomi Berkelanjutan (Prof. Ir. J. W. Mosse, M.Sc., Ph.D dalam buku Percepatan Pembangunan Ekonomi Berbasis Hasil Kajian Pertanian dan Perikanan di Provinsi Maluku)
Ecosystem-Based Fishery Management, mengkonsumsi semua ukuran dan jenis ikan, mereduksi penggunaan alat tangkap bom dan potassium serta mengembangkan usaha rumput laut dan mutiara merupakan kombinasi strategis mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya ikan karang dan  pengembangan perekonomian lokal berkelanjutan.

Demersal Fishing Analysis of Kupang Bay – J.W. Mosse & B. G. Hutubessy
Study of demersal fish in Kupan bay was carried for 6 months, from July 2002 to December 2002. Sampling was conducted twice a month at the ten-selected location within the bay using different fishing gears such as gill net, bottom logline, hand line and traps. Fishes caught was stored in an icebox and transferred to the laboratory of the Fisheries Faculty of Artha Wacana Christian University, Kupang for further identification. Similarity index of fish species of the study sites was analyzed using non-metric multidimensional scaling (nMDS) of the matrix Bray-Curtis similarity. A computer program PRIMER was used to perform the analysis. The result show that there are 56 species (total catch 890 fishes) found during this study and their similarity index revealed three groups of study sites. Interestingly, it seems that these species remained have the same strong association with the existing ecosystem.
Keywords: Demersal fish, Similarity Index, Kupang Bay.


The Extended Longevity of A Small Coral Reef Serranid; A Lesson from Cephalopholis Cyanostigma (Blue Spot Rock Cod) of the Central Great Barries Reef, Australia – J.W. Mosse & Campbell R. Davies.
The blue spot rock cod, Cephalopholis Cynostigma, is a small common coral reed serranid that forms a significant proportion of the discarded by-catch in the Great Barrier line fishery. Samples were obtained by spear and line fishing at Orpheus Island (range 114-294 mm FL, mean = 226 mm, n = 137) and from Pelorus Island (range 120-285 mm FL, mean = 214 mm, n=125). Sagittal Otoliths were used to obtain age-based parameter estimates for the populations at each island. Analysis of marginal increments on monthly samples suggested that a single opaque band was deposited annually during November – Desember. Recaptures of three fishes (9, 18 and 24 years old) in July and November 1997, five years after injection of oxytetracycline, further corroborated our conclusion that band formation was annual. The maximum age in our samples of 31 years suggest that the blue spotted rock cod was one of the longest lived serranids documented to date. The von Bertalanffy growth function provided the best description of the pattern of growth for population at both islands with high coefficients of determination (R^2 = 0.86 and 0.82 for Orpheus and Pelorus Islands, repectively). Female population of both sites grew relatively slow, not reaching asymtotic size until 7-10 years. Statistical comparison on male and female growth patterns were not siginificant, however. There were significant differences in growth parameters between islands with C. cyanostigma on average growing larger at Orpheus Island (L~= 258 mm and K = 0.22) compared with Pelorus Island (L~=244 mm and K = 0.25). These age-based population parameter estimates indicated that C. Cyanostigma was considerable longer lived that expected for a small coral reef serranid and further demonstrated the utility of age-based methods in studies demography of tropical reef fish. The implication for conservation and fisheries management of the small tropical serranids is that species with similar population parameter are likely to sustain much lower levels of fishing mortality than previously thought.
Keywords: Cephalopholis cyanostigma (Serranidae), Growth, Longevity, Otolith, Validation.


Pengaruh Pemberian Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Reproduksi Bulu Babi (Tripneustes gratilla L) di Laboratorium
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Volume 36 Nomor 2 Tahun 2010 pp. 243-258.
Salah satu masalah utama dalam budidaya biota laut di laboratorium adalah pakan, termasuk juga dalam budidaya bulu babi. Penelitian pengaruh pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan reproduksi bulu babi (Tripneustes gratilla L) di laboratorium budidaya UPT Balai Konservasi Biota Laut Ambon – LIPI, telah dilaksanakan pada Bulan Desember 2006 sampai November 2007. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan reproduksi bulu babi (Tripneustes gratilla L). Metode yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhannya dilakukan dengan cara mengukur diameter/panjang cangkang menggunakan vernier caliper dan menimbang berat totalnya menggunakan timbangan triple beam balance, sedangkan untuk mengetahui tingkat kematangan alat reproduksinya, menggunakan metode jaringan padat. Hasil penelitian menunjukkan pemberian persentasi pakan sebesar 20%, berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan diameter cangkang dibandingkan dengan perlakuan persentase pemberian pakan yang lain. Ukuran cangkan ternyata tidak terlalu berpengaruh pada tingkatan ..se geonade bulu babi (Tripneustes gratilla L).
Kata kunci: Pengaruh Pakan, pertumbuhan, reproduksi, bulu babi.